Menghentikan Waktu

Ketika alm papa pergi untuk selamanya, jadi belajar menghentikan waktu, menyimpan momen, mengungkapkan sayang pada yang masih ada.

- tiap mau pergi harus kecup suami dan anak-anak dulu, sambil hirup aroma badannya. Disimpan di memori. Karena udah nggak ingat lagi bau badan papa spt apa.

- tiap hari harus bilang i love you ke anak. Karena nggak pernah ingat apa dulu pernah bilang sayang ke papa sebelum ia pergi.

- dengerin cerita anak-anak dengan mindfull. Karena nggak ingat lagi suara papa seperti apa.

- peluk dan cium anak sesering mungkin setiap hari. Karena nggak tau kapan hari terakhir bersama.

- chat bilang makasih ke suami out of nowhere, karena mungkin itu jadi chat terakhir

- sekali seminggu minimal keluar berdua dengan suami, karena udah nggak ingat lagi kapan terakhir berdua makan sama papa.

- rajin video bersama-sama, karena nggak punya video papa satupun

- rajin videokan diri sendiri, supaya anak-anak punya kenangan tentang ibunya.

- ketawa dan bergurau sama anak-anak sesering mungkin, karena udah nggak ingat tawa papa seperti apa. 

- minta maaf ke suami jika sikap udah keterlaluan hari itu juga, karena nggak tau dulu pernah minta maaf nggak ke papa.

Aku takut setelah aku pergi, tak ada seorang pun yang ingat papa lagi. Seperti di film Coco. Maka kuceritakan kebaikan-kebaikan Papa pada cucu-cucunya. Kesukaannya pada kuliner, kedisiplinannya, dan agar cucu-cucunya bangga atas darah Chindonya. 

Kepergian papa membuatku belajar menghentikan waktu, dalam ingatanku. 


Komentar

Postingan Populer