Little Bee Goes To School!
Sudah berkali-kali Little Bee minta disekolahin gara-gara tetangga teman mainnya di depan rumah sudah sekolah, akhirnya Agustus lalu Little Bee sekolah! Yaaay!
Sejak bulan Juni lalu kami mulai survey sekolah.
Ada 3 alternatif sekolah:
Sekolah A hanya 5 menit jalan kaki dari rumah, tapi sayangnya terlalu 'mewah'. Sekolah ini juga masih dalam tahap pembangunan, jadi masih banyak material bangunan yang berserakan di sekitar sekolah dan tukang-tukang yang bekerja. Kurang meyakinkan dari segi keamanan.
Sekolah B lumayan jauh dari rumah, 10 menit memakai motor. Uang masuk 1,7 juta dan uang bulanan jika diakumulasikan dari uang semester berkisar 250rb perbulan. Dengan kegiatan-kegiatan outing dan metode berbeda dalam kurun waktu tertentu, misalnya bulan ini bulan sains, bulan depan bulan kesenian, membuat kami jatuh hati. Namun sayang, masih belum sesuai budget dan akan cukup kesulitan menjemput Little Bee jika hubby kerja karena jarak tempuh dengan jalan kaki lumayan jauh.
Satu-satunya sekolah C, 15 menit dari rumah jalan kaki, uang masuk 800rb dan per bulan hanya 65.000. Mempertimbangkan dengan budget dan kemungkinan Little Bee bosan sekolah (yup, dengan karakter Little Bee yang moody) maka kami sepakat untuk menyekolahkan Little Bee disini. Ketiga sekolah tadi mengajarkan doa dan mengaji, jadi faktor utama kami memilih sekolah sudah terpenuhi.
Sejak bulan Juni lalu kami mulai survey sekolah.
Ada 3 alternatif sekolah:
Sekolah A hanya 5 menit jalan kaki dari rumah, tapi sayangnya terlalu 'mewah'. Sekolah ini juga masih dalam tahap pembangunan, jadi masih banyak material bangunan yang berserakan di sekitar sekolah dan tukang-tukang yang bekerja. Kurang meyakinkan dari segi keamanan.
Sekolah B lumayan jauh dari rumah, 10 menit memakai motor. Uang masuk 1,7 juta dan uang bulanan jika diakumulasikan dari uang semester berkisar 250rb perbulan. Dengan kegiatan-kegiatan outing dan metode berbeda dalam kurun waktu tertentu, misalnya bulan ini bulan sains, bulan depan bulan kesenian, membuat kami jatuh hati. Namun sayang, masih belum sesuai budget dan akan cukup kesulitan menjemput Little Bee jika hubby kerja karena jarak tempuh dengan jalan kaki lumayan jauh.
Satu-satunya sekolah C, 15 menit dari rumah jalan kaki, uang masuk 800rb dan per bulan hanya 65.000. Mempertimbangkan dengan budget dan kemungkinan Little Bee bosan sekolah (yup, dengan karakter Little Bee yang moody) maka kami sepakat untuk menyekolahkan Little Bee disini. Ketiga sekolah tadi mengajarkan doa dan mengaji, jadi faktor utama kami memilih sekolah sudah terpenuhi.
***
Empat tahun masuk sekolah, kenapa nggak? Masuk sekolah memang permintaan Little Bee sendiri, lagipula di sekitar rumah hampir gak ada teman sebaya laki-laki seumuran.
Mudah-mudahan si bocah makin banyak teman, 'frekuensi' menangis dan merengek makin berkurang dan lebih percaya diri.
Apa persiapan Little Bee masuk sekolah?
Supaya Little Bee terbiasa dengan sekolahnya sebelum masuk, kami selalu membawanya ketika survey sekolah. Lalu, belanja kebutuhan sekolah, juga diajak, dan Little Bee makin antusias untuk sekolah, karena bisa memilih sendiri sepatu, tas, tempat pensil, krayon, buku gambar yang ia mau.
Dan yang paling membantu dalam mempersiapkan Little Bee adalah membicarakan cerita tentang hari pertama masuk sekolah. Judul bukunya "Spot Pergi Sekolah", sebuah buku dwibahasa terbitan GPU dengan fitur buka-tutup gambar. Waktu itu beli di bazaar murah, diskon jadi Rp 10,000 aja. Buku ini membantu sekali menjelaskan apa-apa saja yang nanti akan ditemui dan dilakukan di sekolah, sehingga anak-anak tidak perlu grogi lagi.
Bagaimana petualangan Little Bee menghadapi hari-hari pertama sekolah?
Hari pertama
Bengong. Iya, Little Bee bengong! Masing-masing anak disematkan tanda nama di dadanya, lalu berbaris di halaman sekolah berdasarkan kelas. Kepala sekolah memberi wejangan-wejangan jika ada yang menangis, maka ibu guru akan menggendong. Jadi gendongan tadi adalah 'hukuman' untuk yang menangis tadi. Hari pertama berjalan lancar, Little Bee gak nangis dan mengikuti kegiatan walaupun masih pendiam. Karena masuk ke kelas, harus buka sepatu, Little Bee masih dibantuin. Emaknya nungguin sampai pulang sekolah.
Hari ini juga dibagikan seragam sekolah, dan tumpah ruahlah para emak mencari seragam untuk anak-anaknya >_<
Hari kedua
Little Bee gak mau pakai seragam! Dengan segala macam bujuk rayu, susah banget supaya Little Bee mau pakai seragamnya. Terakhir, akhirnya mau juga tapi tetap gak mau pakai rompi. Sesampainya di sekolah, setelah lihat teman-temannya pakai seragam lengkap, barulah Little Bee mau dipakaikan rompinya. Hari ini juga masih ditungguin sampai pulang sekolah, jaga-jaga jika Little Bee nyari emaknya.
Hari ketiga
Kali ini bukan Little Bee-nya, tapi emaknya yang bermasalah. Jam 9 pagi tiba-tiba pusing dan kepala kliyengan bukan main. Udah mulai banyak kelihatan kunang-kunang. Dan tugas menunggui Little Bee di sekolah diserahkan ke ayahnya, sang emak pulang istirahat sebelum pingsan!
Nah, rupa-rupanya kebetulan pula Little Bee nangis-nangis cari sang bunda, gak mempan dibujuk ibu guru. Aih, nak oh nak!
Selama seminggu Little Bee ditungguin di sekolah, dan alhamdulillah berjalan lancar walaupun masih diselingi acara menangis dan merengek.
Hari senin berikutnya, setelah dikasih pengertian kalau Bunda harus pulang setelah mengantarkan sekolah karena harus masak dan beberes rumah dan pulang sekolah nanti Bunda jemput lagi, Little Bee dengan baik budinya, menurut dan mengerti.
Ada was-was juga kalau Little Bee mau buang air apakah ia mau bilang ke ibu gurunya, seperti di rumah, tapi alhamdulillah sampai saat ini belum ada kecelakaan.
Mudah-mudahan si bocah makin banyak teman, 'frekuensi' menangis dan merengek makin berkurang dan lebih percaya diri.
Apa persiapan Little Bee masuk sekolah?
Supaya Little Bee terbiasa dengan sekolahnya sebelum masuk, kami selalu membawanya ketika survey sekolah. Lalu, belanja kebutuhan sekolah, juga diajak, dan Little Bee makin antusias untuk sekolah, karena bisa memilih sendiri sepatu, tas, tempat pensil, krayon, buku gambar yang ia mau.
Dan yang paling membantu dalam mempersiapkan Little Bee adalah membicarakan cerita tentang hari pertama masuk sekolah. Judul bukunya "Spot Pergi Sekolah", sebuah buku dwibahasa terbitan GPU dengan fitur buka-tutup gambar. Waktu itu beli di bazaar murah, diskon jadi Rp 10,000 aja. Buku ini membantu sekali menjelaskan apa-apa saja yang nanti akan ditemui dan dilakukan di sekolah, sehingga anak-anak tidak perlu grogi lagi.
Detail bukunya bisa lihat disini |
Bagaimana petualangan Little Bee menghadapi hari-hari pertama sekolah?
Hari pertama
Bengong. Iya, Little Bee bengong! Masing-masing anak disematkan tanda nama di dadanya, lalu berbaris di halaman sekolah berdasarkan kelas. Kepala sekolah memberi wejangan-wejangan jika ada yang menangis, maka ibu guru akan menggendong. Jadi gendongan tadi adalah 'hukuman' untuk yang menangis tadi. Hari pertama berjalan lancar, Little Bee gak nangis dan mengikuti kegiatan walaupun masih pendiam. Karena masuk ke kelas, harus buka sepatu, Little Bee masih dibantuin. Emaknya nungguin sampai pulang sekolah.
Hari ini juga dibagikan seragam sekolah, dan tumpah ruahlah para emak mencari seragam untuk anak-anaknya >_<
Hari kedua
Little Bee gak mau pakai seragam! Dengan segala macam bujuk rayu, susah banget supaya Little Bee mau pakai seragamnya. Terakhir, akhirnya mau juga tapi tetap gak mau pakai rompi. Sesampainya di sekolah, setelah lihat teman-temannya pakai seragam lengkap, barulah Little Bee mau dipakaikan rompinya. Hari ini juga masih ditungguin sampai pulang sekolah, jaga-jaga jika Little Bee nyari emaknya.
Hari ketiga
Kali ini bukan Little Bee-nya, tapi emaknya yang bermasalah. Jam 9 pagi tiba-tiba pusing dan kepala kliyengan bukan main. Udah mulai banyak kelihatan kunang-kunang. Dan tugas menunggui Little Bee di sekolah diserahkan ke ayahnya, sang emak pulang istirahat sebelum pingsan!
Nah, rupa-rupanya kebetulan pula Little Bee nangis-nangis cari sang bunda, gak mempan dibujuk ibu guru. Aih, nak oh nak!
Hari pertama Little Bee masuk sekolah, rambut imutnya dipotong! >_< |
***
Selama seminggu Little Bee ditungguin di sekolah, dan alhamdulillah berjalan lancar walaupun masih diselingi acara menangis dan merengek.
Hari senin berikutnya, setelah dikasih pengertian kalau Bunda harus pulang setelah mengantarkan sekolah karena harus masak dan beberes rumah dan pulang sekolah nanti Bunda jemput lagi, Little Bee dengan baik budinya, menurut dan mengerti.
Ada was-was juga kalau Little Bee mau buang air apakah ia mau bilang ke ibu gurunya, seperti di rumah, tapi alhamdulillah sampai saat ini belum ada kecelakaan.
***
Dua bulan bersekolah, cukup banyak perkembangan yang terlihat dari Little Bee.
Walaupun ketika ditanya, 'Ngapain aja di sekolah?', Little Bee jawabnya bercanda asal-asalan, tapi sering ketika asik main sendiri dirumah, nyanyi-nyanyi dari lagu yang diajarkan di sekolah. Little Bee jadi senang mewarnai dan minta emaknya menggambar.
Ini beberapa karyanya mewarnai:
hasil mewarnai di sekolah |
hasil mewarnai di sekolah |
hasil mewarnai di rumah, emaknya yang gambar |
hasil mewarnai di rumah, emaknya yang gambar |
hasil mewarnai di rumah, emaknya yang gambar |
Udah lancar dua kalimat syahadat dan doa mau belajar "Ya Allah, tambahkanlah ilmuku dan pertinggikanlah kecerdasanku. Amin." Terharu banget, mendengar itu semua keluar dari bibir mungilnya.
Baru-baru ini juga mulai hafal surat Al-Fatihah dan surat An Nas. Kalau lihat emaknya sholat, langsung buru-buru ambil wudhu dan sholat berjamaah. Gak nyangka di umurnya yang segitu udah bisa bikin emaknya speechless abis!
Little Bee juga udah bisa main sama teman sebaya dekat rumah tanpa malu lagi. Dan frekuensi main games di tablet dan komputer sangat jauh berkurang. Pulang sekolah, ganti baju, pergi main kerumah tetangga atau main robot/mobi-mobilannya, pulang sebentar untuk makan siang, lalu main lagi. Pulangnya udah kecapean dan langsung tidur siang.
Little Bee juga udah jarang merengek-rengek dan menangis. Good for him!
***
Bagi Little Bee, TK itu mengasikkan banget. Hampir tiap hari, selalu tanya, "Pakai seragam apa besok, Bun?" atau "Sekolah kan besok, Bun?"Karena itu jugalah, Little Bee gak susah dibangunkan pagi-pagi. Cukup cium-cium pipi, usap-usap punggung, bisik-bisik "Sekolah kita hari ini, Nak?" Little Bee langsung bangun. Ritualnya tiap pagi adalah cuddling berdua Bunda lima belas menit di tempat tidur sebelum mandi.
Karena di TK juga wajib bawa snack dari rumah, Little Bee biasanya dikasih pilihan apakah mau bawa roti tawar+meses atau jagung rebus atau mie goreng atau cuma bawa coklat Beng-Beng. Mungkin karena jarang lihat Bundanya jajan-jajan dari abang-abang depan sekolah, Little Bee juga gak pernah minta, kecuali beli es krim. Kalau sudah ngomong es krim, kami berdua suka banget hehehe!
Sampai sekarang, Little Bee belum dikasih uang jajan, karena memang gak suka kalau jajan-jajan gak sehat itu. Kalaupun jajan biasanya di warung dan belinya pun permen, atau jajanan lain yang dari pabrik. Untunglah di dekat TK gak ada warung :)
Niat banget untuk buat bento, tapi berhubung belum punya peralatan bento, wadah makan yang gak pas, juga karena masih ragu dengan melihat Little Bee membawa tasnya yang gaya koboi, takut bentonya malah gak berbentuk atau mungkin emaknya yang minim ide alias gak kreatif, buat bentonya terpaksa tertunda-tunda. Mudah-mudahan bisa terlaksana dalam waktu dekat ^__^
Having fun at school, Little Bee darling!
Yeaay.. Lil Bee jadi senang sekolah ya sekarang ^_^
BalasHapusBtw irit juga ya May, daripada beliin buku mewarnai, ibunya aja yang gambarin.. hahahaha
Iyah, suka banget dianya, emaknya juga ikut senang :)
HapusKyahaha...thanks to gugel! =))
*cium Lilbee*
BalasHapuspasti lucu banget waktu lilbee minta sekolah. aih, jadi pengen peluk melulu. semangat terus yaaa.
*peluk aunty Ria*
HapusMudah2an betah terus sekolahnya ya mbak :)
wah little bee udah gede ya... :)
BalasHapusrajin2 terus sekolahnya yaaa
Makasih om Arman! :)
Hapuswah hukumannya di gendong hehe
BalasHapusIya, mbak. Aku juga baru denger :)
Hapuswaah Little Bee udah bagus ngewarnain gambarnya..hampir ga ada yang melenceng dari garis gambar ya...well done little Bee.. ;)))
BalasHapusMakasih aunty Desi! (k)
Hapushebat.. little bee. top dah
BalasHapusMakasih om :)
Hapusmewarnainya sudha bagus ya mbak
BalasHapusiya mbak :)
Hapuswaah lil bee udah gede. udah pinter. warnain nya juga bagus
BalasHapuspadahal di postingan kak mayya yang ini -> http://www.morningraindrops.com/2012/05/motherhood-is-choice.html lil bee masih kecil.
makasih kaaaak! (kakak? hihihi)
HapusKlo foto yang itu memang Little Bee masih 1,5 tahun, masih kecil banget :)
wah gambarnya lucu nih bagus
BalasHapuslucu banget gambar nya
BalasHapusaku juga suda sekolain raffi mbak..cuma ya itu..dia belum ngerti taunya maen2 aja :v
BalasHapus